Thursday, January 5, 2012

Komjak Pertanyakan Putusan Pengadilan Terhadap AAL

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Kota Palu memusnahkan sandal bermerk Ando, usai putusan majelis hakim terhadap AAL, yang divonis bersalah mencuri sandal. Komisioner Komisi Kejaksaan RI (Komjak), Kaspudin Nor, menganggap pemusnahan itu janggal.
"Itu barang siapa yang diajukan ke persidangan, ini perlu diperiksa, Menurut kami (Komjak) ada kejanggalan mestinya diperiksa," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (5/1/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, AAL dilaporkan oleh Briptu Rusdi karena mencuri sebuah sandal bermerek Eiger. AAL membantah mencuri sandal merek Eiger, namun ia mengaku menemukan dan mengambil sandal jepit bermerek Ando. Perkara pun berubah, AAL tetap disidangkan tetapi dengan barang bukti berbeda yakni sandal merek Ando yang sama sekali tak ada hubungannya dengan Briptu Rusdi. AAL pun akhirnya divonis bersalah.
"Saya sebagai anggota komisi meminta kenapa ada barang bukti yang berbeda dengan apa yang dikatakan oleh korban kenapa bisa seperti itu," tambahnya.
Menurutnya hal itu bisa disebut sebagai "Eror in objecto," bahkan menurutnya patut dipertanyakan apakah AAL memang melakukan tindak pencurian. "Kejanggalan ini harus diluruskan, supaya masyarakat tahu," tuturnya.
Sidang vonis yang dipimpin Hakim Romel Tambubolan, tidak menjatuhkan hukuman kurungan penjara melainkan dikembalikan ke orang tua untuk mendapatkan pembinaan. Atas hal itu, Kaspudin juga mengaku curiga.
"Putusan hakim menyatakan terbukti, artinya putusan karena dikembalikan lagi kepada orantua, jangan-jangan tidak tebukti," jelasnya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons