Monday, January 23, 2012

UU KESEHATAN: Petani tembakau ajukan uji materiil ke MK

JAKARTA: Petani tembakau se-Indonesia akan mengajukan uji materil UU No. 36/2009 tentang Kesehatan kepada Mahkamah Konstitusi khususnya pasal 113 yang menyebutkan tembakau sebagai komoditi mengandung zat aditif.

Kesepakatan uji materil UU Kesehatan Nasional itu dicapai dalam Rembug Tani Nasional di Cirebon, Jawa Barat Sabtu (21/1) kemarin. Ribuan petani tembakau berkumpul untuk membahas nasib pertanian tembakau pascadiberlakukannya UU Kesehatan.

Para petani memberikan kuasa pengajuan uji materil Pasal 113 UU Kesehatan Nasional kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama.  Penunjukan dan penyerahan surat kuasa dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang juga mewakili para petani tembakau kepada Ketua LPBH NU Andi Najmi.

"Ini untuk kemakmuran petani, tidak ada tujuan lain," kata Said dalam siaran pers yang diterima Bisnis, pagi ini (22/1).

Said mengatakan dengan pengajuan gugatan terhadap UU Kesehatan petani diharapkan tidak resah dan takut menanam tembakau. Selama ini, para petani dihantui perasaan was-was saat melakukan menanam tembakau adanya penetapan bahwa bahan baku rokok itu masuk dalam kategori zat aditif.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Imam Pituduh mengatakan pasal 113 UU Kesehatan yang menyebut tembakau komoditi mengandung zat aditif, secara tak langsung menempatkan tembakau sejajar dengan daun ganja yang secara jelas dilarang peredarannya. Kondisi ini secara tak langsung menimbulkan ketakutan di kalangan petani untuk melakukan penanaman.

"Bulan Maret sampai Juni adalah musim tanam, dan adanya aturan itu menjadikan petani takut melakukan tanam. Apa yang kami lakukan ini agar petani tenang, agar petani bisa kembali normal menanam tembakau tanpa perasaan was-was," jelasnya.

Sementara Ketua LPBH NU Andi Najmi menyampaikan, persoalan pertanian di Indonesia memang harus disisir dari regulasi yang merugikan. Pihaknya akan secara maksimal melaksanakan amanah mengajukan gugatan materi kepada Mahkamah Konstitusi mengenai UU Kesehatan ayat tembakau.

"Yang harus dicatat banyak petani, termasuk petani tembakau adalah Nahdliyin. Kami akan maksimalkan amanah ini, mohon doa restunya agar apa yang kami lakukan bisa berhasil," ujar Andi. (faa)

Sumber  :  www.bisnis.com

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons