Monday, September 12, 2011

Awal mula Bentrok Di Ambon

Ambon mulai tenang namun pada  hari Minggu tepatnya tanggal  11 September 2011, Ambon terjadi kerusuhan kembali . Dari kerusuhan Ambon tersebut telah mengakibatkan korban tewas, dan luka-luka. Menjadi Tanya-tanya kita bersama, Apa sebenarnya penyebab kerusuhan Ambon yang terjadi kemarin tersebut?
seperti apa yang di tulis dalam Kompas Forum Beta: Penyebab kerusuhan Ambon bermula dari tewasnya seseorang yang bernama  Darmin Saiman. Darmin Saiman adalah korban meninggalduni apada kecelakaan motor di Ambon pada hari Sabtu.

Darmin yang adalah seorang tukang ojek dikabarkan tewas dibunuh. Padahal, Darmin adalah korban kecelakaan lalulintas. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Jakarta, Darmin tewas karena kecelakaan murni. “Dia mengendarai sepeda motor. Ia dari arah stasiun TVRI, Gunung Nona, menuju pos Benteng. Di daerah sekitar tempat pembuangan sampah, yang bersangkutan hilang kendali dan menabrak pohon gadihu,” papar Anton. Namun tersiar kabar, Darmin tewas karena dibunuh. Kabar kematian darmin itulah yang menjadi pemicu bentrokan dan kerushan Ambon. itulah yang memicu aksi massa. Bentrokan pun terjadi usai pemakaman korban, Minggu siang. Warga dari dua kelompok saling berhadap-hadapan dan saling menyerang dengan lemparan batu. Sejumlah kendaraan roda dua dan empat pun dibakar. Kontributor KOMPAS.com yang berada di lokasi kejadian berhasil mengabadikan peristiwa tersebut dalam foto.

Foto tersebut memperlihatkan banyaknya orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Api pun berkobar di badan jalan, mengiringi kerusuhan yang berlangsung hingga Minggu petang. Sejauh ini, jumlah korban tewas dalam bentrokan tersebut telah mencapai tiga orang. Satu korban mengembuskan napas terakhir di RSU Al Falah, Ambon.

Korban yang diidentifikasi bernama Sahrun Ely (22) itu tewas dengan luka tembakan di dagu. Dua orang tewas lainnya sempat dibawa ke RSUD dr M Haulussy, Ambon. Mereka tewas karena luka tembak aparat kepolisian saat upaya penghalauan massa. Korban tewas teridentifikasi sebagai Djefry Siahaan yang terkena timah panas di bagian perut dan Cliford Belegur yang tertembak di bagian dada sebelah kiri. Djefry adalah seorang guru yang tengah bertugas di Ambon. Sementara Cliford, murid kelas III SMA Negeri 12 Ambon.

Semoga dengan diketahuinya penyebab kerusuhan Ambon tersebut, kerusuhan dan bentrokan tidak akan terjadi lagi. Damai Ambon.

Ada kepentingan Luar di balik Kerusuhan di Ambon

menurut liputan Kompas.com Senin, 12 September 2011 | 21:10 WIB, kemungkinan keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di Ambon, Maluku, Minggu (11/9/2011), bisa saja terjadi. Sasarannya, menjadikan Indonesia negeri yang selalu gaduh dan jauh dari suasana aman dan damai.
Dimana kemungkinan tersebut di utarakan oleh mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat Prabowo Subianto di sela acara halalbihalal DPP Partai Gerindra di Jakarta, Selasa (12/9/2011).
Menurut Prabowo, sangat mungkin ada kekuatan asing yang terlibat dalam kerusuhan Ambon. "Sangat mungkin juga ada pihak-pihak, kekuatan-kekuatan tertentu, mungkin juga kekuatan asing, yang selalu ingin bikin Indonesia gaduh. Jadi, seluruh masyarakat, menurut saya, harus selalu menjaga kesejukan, perdamaian, dan tidak mudah terpancing desas-desus," katanya.
Prabowo mengatakan, masyarakat harus percaya kepada aparat yang berwenang dan tidak mudah terpancing isu yang tak jelas sumbernya. "Harus selalu waspada dengan penyebarluasan desas-desus," ujarnya.

Akhir Tahun 2011, Seluruh Mikrolet M-01 Terpasang RFID

JAKARTA - Untuk tahap berikutnya akan diselesaikan secara bertahap dimulai pada pertengahan September 2011 dengan pemasangan RFID (Radio Frequency Identification) pada 146 Mikrolet M-01 sisanya, kemudian akan diselesaikan pemasangan perangkat alat untuk 3 SPBU yang lain pada pertengahan Oktober 2011.

Kementerian ESDM cq. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah melakukan uji cobe penerapan RFID Tag pada Mikrolet M-01 yang melayani rute Senen-Kampung Melayu, pada tanggal 25 Agustus 2011 lalu. Teknologi RFID telah digunakan di beberapa negara, di antaranya: Singapore, Meksiko, Finlandia, Amerika Serikat dan Kanada.

Dirjen Migas, Evita H. Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)  dengan Komisi VII DPR RI Kamis (8/9/2011) kemarin menyatakan, bulan Agustus 2011, Pemerintah telah memasang RFID Tag pada 50 mikrolet M-01 dan memasang reader untuk 1 SPBU (SPBU Nomor 3413102). Selanjutnya secara bertahap mulai pertengahan September, akan dilakukan pemasangan rfid tag pada 146 mikrolet M01. Sisanya akan diselesaikan pemasangan perangkat alat untuk  3 SPBU yang lain pada pertengahan Oktober 2011.

Hingga akhir tahun ini Pemerintah mentargetkan RFID Tag akan dipasang di seluruh Mikrolet M-01 “RFID Tag akan dipasang pada seluruh Mikrolet M-01 dan diuji coba pada 4 SPBU di sepanjang trayek Mikrolet M-01,” lanjut Evita.

RFID merupakan salah satu alternatif teknologi pengendali konsumsi BBM Bersubsidi, selain RFID alternatif lainnya adalah cashback dan barcode. (SF)

Pemerintah akan Menindak SPBU-SPBU “Nakal”

JAKARTA – Pemerintah bekerjasama dengan instansi-instansi terkait termasuk Kepolisian dan TNI terus melakukan pengawasan dan penertiban distribusi BBM PSO agar tepat sasaran dan tepat volume. Tingginya disparitas harga antara BBM Subsidi dan Non Subsidi merupakan pemicu pelaku tindak pidana melakukan penyalahgunaan.

Terkait dengan penyelewengan BBM PSO, Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (8/9/2011) kemarin menyatakan dalam paparannya, di Cilincing dan Muara Baru, PPNS BPH Migas menemukan adanya BBM PSO untuk nelayan yang sudah habis kuotanya pada tanggal 1-20 per bulannya namun BBM PSO masih tersedia dari tanggal 21-30 per bulan dengan harga yang bervariasi antara Rp 3.800-7.400 per liter, ini membeli dari black market.

Wilayah lainnya, di Karawang dan sekitarnyam tertangkap tangan sebuah mobil carry yang membawa solar subsidi dengan jerigen (33 jerigen @30 liter) ke SPBU Pertamina kemudian dijual ke industri dengan harga Rp. 6.500.

Untuk wilayah Balikpapan ditemukan adanya indikasi pembelian BBM PSO dengan model pengeritan menggunakan sepeda motor dan atau menggunakan mobil ke SPBU kemudian dibawa dengan alasan ke kepedalaman atau daerah terpencil. “indikasi pengeritan dijual ke industri pertambangan/perkebunan,” ujar Tubagus.

Tak berbeda dengan BPH Migas, PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan penindakan tehadap 42 SPBU yang melakukan pelanggaran distribusi. Provinsi NAD, telah ditindak 3 SPBU dengan jenis pelanggaran, lalai dalam menjaga mutu BBM,  melayani penjualan melalui Drum/jerigen tanpa adanya verifikasi instansi terkait dengan sangsi Penghentian pasokan BBM selama 7-14 Hari.

Sumatera Utara, diindak sebayak 14 SPBU dengan jenis pelanggaran melayani penjualan melalui Drum/jerigen tanpa adanya verifikasi instansi terkait dengan sangsi Penghentian pasokan BBM selama 14 - 30 Hari. Provinsi Riau sebanyak 3 SPBU dengan jenis pelanggran melayani penjualan melalui Drum/jerigen tanpa adanya verifikasi instansi terkait dengan pemmberian sangsi penghentian pasokan BBM selama 14 Hari. Provinsi Sumsel, 1 SPBU dengan jenis pelanggaran melayani penjualan tidak sesuai dengan peruntukan dengan sangsi Penghentian pasokan  BBM

Untuk Provinsi DKI Jakarta telah ditindak sebanyak 4 SPBU yang melakukan pelanggran dengan melayani penjualan melalui Drum/jerigen tanpa adanya verifikasi instansi terkait yang selanjutnya keempat SPBU tersebut juga diberikan sangsi penghentian pasokan BBM selama 7 - 30 Hari. Provinsi Kalimantan Barat telah ditindak 9 SPBU yang melakukan pelanggaran dengan melakukan penjualan Solar Subsidi kepada kendaraan langsiran dan modifikasi tangki, Penjualan tidak melalui Dispensing Pump. Serta melayani penjualan dengan jerigen / drum tanpa surat verifikasi instansi terkait, selanjutnya SPBU-SPBU tersebut diberikan Surat teguran dan Penghentian Pasokan BBM.

Provinsi Kalimantan Timur 4 SPBU, Kalimantan Selatan 1 SPBU, Kalimantan Tengah 1 SPBU    yang melakukan penjualan Premium kepada UKM dengan harga Rp 4.750 / liter dan langsung ditindak dengan memberikan Surat Peringatan.

Provinsi Sulawesi Utara telah ditindak 1 SPBU yang melakukan penjualan kepada mobil dengan tangki modifikasi dan diberikan sangsi Penghentian pasokan BBM selama 7 Hari. Terakhir Provinsi Papua Barat ditindak 1 SPBU  yang melakukan pelanggaran hasil Tera Nozzle Pompa melebihi standard toleransi dan diberikan sangsi Penghentian pasokan BBM

Pemerintah akan terus mengintensipkan pengawasan  dan penertiban agar terjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian Jenis BBM PSO bagi masyarakat sesuai kebutuhan tepat volume. Pengawasan dan penrtiban dilakukan BPH Migas bekerjasama dengan instansi terkait di darat dengan Polri dan di Laut dengan TNI AL.(SF)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons