Sunday, December 25, 2011

Tragedi Berdarah Warga Lambu, Bima-NTB

Selasa 20 Desember 2011 yang lalu  dengan jumlah sekitar 10 Ribu Massa Rakyat menduduki Labuhan sape.dimana aksi menduduki Pelabuhan Sape Kabupaten Bima sebagai bentuk protes massa rakyat Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat atas kebijakan yang di ambil pemerintahan anti rakyat dalam hal ini Bupati Bima mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan dalam bentuk Surat Keputusan Nomor 188.45/347/004/2010  tanggal 28 april 2010  yang di berikan kepada PT. Sumber Mineral Nusantara dengan Luas 24.980 hektar untuk melaksanakan ekplorasi mineral emas (Au) dan mineral pengikutnya  selama 5 tahun dengan luas 24.080 hektar di Kecamatan Sape, Lambu dan Langgudu   tetapi sebelumnya PT. Sumber Mineral Nusantara memiliki perijinan (kuasa pertambangan penyelidikan umum) dari Kementerian ESDM  dengan Kepmen Nomor 1463.K/29/2000 tertanggal  22 Mei 2008 dengan nomor kuasa pertambangan Nomor 621 tahun 2008.  
Namun setelah menduduki Pelabuhan Sape selama 5 Hari, Tepatnya pada tanggal 24 Desember 2011; Aksi tersebut  berakhir  dengan Penembakan oleh Aparat Keamanan  pada Pkl 09.00 wita, dimana aparat kepolisian awalnya melakukan tembakan peringatan sehingga 200 massa rakyat yang tersisa melakukan pemblokiran berhamburan mencari perlindungan, sementara di tempat terpisah aparat kepolisian memblokir warga yang menuju pelabuhan untuk bergabung kembali namun tak ada selang waktu aparat kepolisianpun membrondong tembakan kearah 200 massa rakyat di pelabuan Sape dan menimbulkan korban antara lain:
Sehingga atas kejadian tersebut menimbulkan  korban. antara lain
Nama korban tewas dan luka-luka;



Sumber : Korban Miftahudin yang di teruskan oleh ketua LMND Kota Bima

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons