Tuesday, August 23, 2011

Rekind-ConocoPhillips Tandatangani Kontrak US$ 138 Juta

Jakarta – PT Rekayasa Industri (Rekind) mendapat proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) Dayung milik ConocoPhillips (Grissik) Ltd senilai US$138 juta. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur Rekind M. Ali Suharsono dan Presiden and General Manager ConocoPhillips, Jim W. Taylor, disaksikan Kepala Dinas Pengadaan Wilayah I, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), Agung Budiono, di Jakarta, Senin (22/8) malam.
Proyek Duyung atau Dayung Compression & Central Gas Plant Debottleneck Project ini berlokasi di Dayung dan Grissik, antara Jambi dan Palembang, Sumatra Selatan. Proyek tersebut merupakan proyek lanjutan Dayung Station & Grissik Central Gas Plant (CGP). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produksi sweet gas dengan menghilangkan kandungan CO2 dan H2S pada fasilitas CGP yang sudah ada.
“Proyek Dayung ini juga untuk meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan pada CGP dari 310 MMSCFD (juta kaki kubik gas bumi) menjadi 460 MMSCFD,” kata Jim.
Dia berharap, Rekind dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik, tepat waktu, sesuai anggaran, aman dan selamat dengan memperhatikan prosedur tingkat keselamatan kerja yang tinggi. BPMIGAS dan ConocoPhillips, katanya, menyambut baik Rekind memenangkan proyek ini karena akan mendorong perkembangan penggunaan komponen lokal dalam mendukung Industri hulu migas.
Ali menambahkan, dalam pembangunan proyek ini Rekind akan menggunakan produksi dalam negeri atau local content hingga 55 persen. Rekind memperkirakan sekitar 1.000 tenaga kerja bisa terserap pada pembangunan proyek ini saat peak schedule.
“Proyek ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Tidak mudah bagi kami mendapat kepercayaan dari perusahaan sebesar ConocoPhillips,” katanya Ali. (ACU)

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons