Sunday, February 6, 2011

Mubarak: Obama Tidak Mengerti Budaya Mesir

Presiden Mesir Husni Mubarak berbicara dengan presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih, Washington, 1 September 2010. AP/Susan Walsh
TEMPO Interaktif, Kairo - Presiden Mesir Hosni Mubarak memastikan tidak akan mundur dari jabatannya sebelum waktunya. "Bila aku turun sekarang dan pergi, maka akan terjadi kekacauan," kata Mubarak kepada ABC News di Istana Presiden, Kamis (3/2) waktu setempat.

Selama sepuluh hari terakhir, demonstrasi besar mengguncang Mesir. Massa anti-pemerintah mendesak Mubarak yang sudah 30 tahun berkuasa untuk turun. Rabu lalu, bentrokan berdarah terjadi di Tahrir Square, pusat demonstrasi di Kairo. Sebanyak 10 orang tewas dan ribuan luka-luka. 

Sejumlah pemimpin dunia mengutuk kekerasan yang terjadi. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama juga menelepon Mubarak, dia meminta pemerintah Mesir mendengar aspirasi rakyat dan menggelar reformasi secepatnya. Obama juga mendesak dibentuknya pemerintahan transisi sebelum digelar pemilihan umum. 

Menurut Mubarak, Obama tidak mengerti budaya orang Mesir dan apa yang terjadi bila dia berhenti sekarang sebagai presiden Mesir. "Bila saya mundur sekarang pasti akan lebih kacau," katanya.
 
Namun Mubarak berjanji akan turun saat pemilihan umum mendatang pada September tahun ini. Dia juga menegaskan tidak akan mencalonkan diri lagi. "Sudah cukup, setelah 62 tahun mengabdi, saya ingin pensiun," katanya. 

Mubarak sangat kecewa dan sedih dengan kekerasan yang terjadi Rabu lalu. Apalagi, kata Mubarak, banyak yang menuduh bentrokan yang terjadi diatur oleh pemerintah Mesir. "Saya tidak ingin rakyat Mesir saling benci, saling serang," ujarnya.    

Kepada Christiane Amanpaour dari ABC, Mubarak mengatakan tidak akan pernah kabur dari masalah ini. Dia juga memastikan tidak ingin anaknya, Gamal menjadi presiden berikutnya. "Dan saya ingin meninggal di tanah Mesir." 
 
Mubarak, 82 tahun, menjabat Presiden Mesir sejak 1981. Dia menggantikan Presiden Anwar Sadat yang tewas dibunuh. Selama 30 tahun berkuasa dia membangun stabilitas politik di Mesir dengan cara-cara represif. 

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons