Friday, January 7, 2011

Pengertian tentang Sistem Pemasyarakatan



Sampai saat ini masi banyak perselisihan paham dan keragu-raguan tentang apa yang dimaksud dengan pemasyarakatan, dan akibatnya nampak sekali dalam pelaksanaanny.
sebagian pelaksanaan dalam gerak usahanya mengidentikkan pemasyarakatan itu dengan memberikan kelonggaran-kelonggaran yang lebih banyak kepada narapidana, dengan jalan memberikan narapidana berkeluyuran di luar tembok, sebagian pelaksanaan mewujudkan pemasyarakatan itu sebagai fase behandeling (perlakuan) terakhir, sebagian lagi menyamakan pemasyarakatan itu dengan resosialisasi. Perbedaan tafsiran tentang pemasyarakatan itu sebagai akibat dari pengaruh-pengaruh yang telah berkarat dalam pikiran liberal.
Menurut Sudarto
Istilah pemasyarakatan dapat disamakan dengan ”resosialisasi” dengan pengertian bahwa segala sesuatunya ditempatkan dalam tata budaya Indonesia, dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat Indonesia. Istilah yang digunakan itu sebenarnya tidak begitu penting, kita tidak boleh terlalu terpancing kepada istilah. Dalam hal ini yang penting ialah pelaksanaan dari prinsip-prinsip pemasyarakatan itu sendiri, bagaimanakah cara-cara pembinaan para narapidana itu dalam kenyataannya dan bagaimanakah hasilnya.

Mengenai pengertian resosialisasi Rosslan Saleh menyatakan bahwa ;
”Usaha dengan tujuan bahwa terpidana akan kembali kedalam masyarakat dengan daya tahan, dalam arti bahwa dia dapat hidup dalam masyarakat tanpa melakukan lagi kejahatan-kejahatan”

Kemudian Romli Atmasasmita memberikan batasan tentang resosialisasi ini sebagai berikut :
"Suatu Proses interaksi anatara nara-pidana, petugas lembaga pemasyarakatan dan masyarakat, dan ke dalam proses interaksi mana termasuk mengubah sistem nilai-nilai daripada narapidana, sehingga ia akan dapat dengan baik dan efektif mereadaptasi norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat."

 Jelas inti dari proses resosialisasi ini adalah mengubah tingkah laku narapidana agar sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dengan mengembangkan penngetahuan. kemampuan dan motivasi narapidana sebagai warga masyarakat yang baik dan berguna.
Dalam Surat Keputusan Kepala Diktorat Pemasyarakatan Nomor K.P.10.13/3/1, tanggal 8 Pebruari 1985, dimana disampaikan suatu konsepsi Pemasyarakatan sebagai berikut :
Pemasyarakatan adalah suatu proses, proses therapeuntie dimana si narapidana pada waktu masuk Lembaga Pemasyarakatan berada dalam keadaan tidak harmonis dengan masyarakat sekitarnya, mempunyai hubungan yang negatif dengan masyarakat. sejauh itu narapidana lalu mengalami pembinaan yang tidak lepas dari unsur-unsur lain dalam masyarakat yang bersangkutan tersebut, sehingga pada akhirnya narapidana dengan masyarakat sekelilingnya merupakan suatu keutuhan dan keserasihan (keharmonian) hidup dan penghidupan, tersembuhkan dari segi-segi yang merugikan (negatif).
Dengan kata lain pemasyarakatan adalah proses pembinaan bagi narapidana yang bertujuan mengadakan perubahan-perubahan yang menjurus kepada kehidupan yang positif, para petugas pemasyarakatan merupakan salah satu unsur yang menjankan peranan penting sebagai pendorong, penjurus dan pengantar agar proses tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga mencapai tujuan dengan cepat dan tepat.
Dalam seminar kriminologi ke I tahun 1986 di Semarang, Bahroedin Soerjobro memberikan batasan mengenai sistem pemasyarakatan, yaitu :
pemulihan kembali kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan, yang terjalin antara manusia dengan pribadinya, manusia dengan sesamanya, manusia dengan masyarakat, manusia dengan keseluruhan, manusia dengan alamnya dan (dalam keseluruhan ini) manusia sebagai makhluk Tuhan, manusia dengan khaliknya.

Kemudian Bambang Poernomo memberikan batasan sistem pemasyarakatan Indonesia sebagai berikut ;
merupakan proses pemidanaan yang memperlihatkan kegiatan dengan pendekatan sistem dan upaya untuk memasyarakatkan kembali narapidana yang diakui sebagai makhlik individu sekaligus makhluk sosial. Titik pusat kegiatan pemasyarakatan tertuju pada pembinaan serta bimbingan pribadi setiap orang yang menjadi narapidana agar menjadi warga masyarakat yang baik.

Akhirnya dalam penjelasan umum Rancangan Undang-undang tahun 1967 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pemasyarakatan disebutkan bahwa :
Sistem Pemasyarakatan Adalah suatu proses pembinaan terpidana yang didasarkan atas asas Pancasila dan memandang terpidana sebagai makhluk Tuhan. individu dan anggota masyarakat sekaligus. Dalam membina terpidana diperkembangkan hidup kejiwaanya, jasmaniahnya, pribadi serta kemasyarakatannya dan, dalam penyelenggaraannya, mengikut sertakan secara langsung dan tidak melepaskan hubungannya dengan masyarakat. Wujud serta cara pembinaan terpidana dalam semua segi kehidupannya dan pembatasan kebebasan bergerak serta pergaulannya dengan masyarakat di luar lembaga disesuaikan dengan kemajuan sikap dan tingkah lakunya serta pidanaanya yang wajib dijalani. Dengan demikian diharapkan terpidana pada waktu lepas dari lembaga benar-benar telah siap hidup bermasyarakat kembali dengan baik.
Dengan demikan sistem pemasyarakatan dapat diartikan suatu cara perlakuan suatu cara perlakuan terhadap narapidana yang dijatuhi pidana hilang kemerdekaan khususnya pidana penjara dengan mendidik, membimbing dan mengarahkan narapidana, sehingga setelah selesai menjalani masa pidananya ia dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara serta tidak melakukan kejahatan lagi.
Namun hal ini semua berbeda dengan yang di dapat oleh si Gayus. lau mau lihat gmna si gayus silakan dengarkan silakan klik lagu andai aku menjadi gayus


0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons