Wednesday, December 29, 2010

G-Resources temukan zona emas baru di Martabe


JAKARTA (21/12/2010):  G-Resources, perusahaan tambang emas dan perak yang berbasis di Hong Kong, menemukan zona mineralisasi emas baru di Martabe, Sumatra Utara, dan segera dilakukan pemboran guna pengetesan di atas zona targetnya.
Presiden Direktur G-Resources Group Limited Peter Albert mengatakan zona prospek tersebut dikenal dengan nama Horas yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Barani Selatan. Zona tersebut berjarak 3 km dari lokasi konstruksi proyek Martabe.
"Kami sangat gembira dengan penemuan awal di Horas. Ini memastikan potensi kandungan emas yang besar sekali di wilayah Martabe secara menyeluruh. Kami sudah mulai mempersiapkan pengeboran di Horas," ujar Peter dalam rilisnya hari ini.
Lebih lanjut Peter menjelaskan setelah penemuan ini pihaknya akan melanjutkan ekspansi program eksplorasi secara agresif. Adapun tiga rig bor inti sudah selesai dilakukan sebagai bagian terintegrasi dari program eksplorasi, dan ketiga lubang bor ini memberikan kepastian atas potensi kandungan emas yang signifikan.
"Proses konstruksi, Martabe ditargetkan untuk memulai produksi di tahun 2011 dengan kapasitas per tahun sebesar 250,000 ons emas dan 2-3 juta ons perak berbiaya rendah sebesar US$ 280 per ons emas."
G-Resources mengklaim Martabe punya sumber daya emas sebesar 6,5 juta ons dan 66 juta ons perak. G-Resources juga mengklaim memiliki cadangan emasnya di Martabe mencapai 2,7 juta ons dan perak sebesar 32,8 juta ons.
Menurut dia, Martabe akan menjadi standar acuan bagi G-Resources untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia dan di wilayah lainnya. Pasalnya tambang emas dan perak Martabe merupakan aset utama dari G-Resources. Pihaknya, kata Peter, sedang berupaya menjadi salah satu perusahaan pertambangan emas multinasional yang berfokus di Asia.
Proyek tersebut dibeli oleh G-Resources dengan nilai US$ 220 juta pada pertengahan 2009 dari OZ Minerals Limited, setelah sepenuhnya melaksanakan perjanjian opsi dengan CST Mining Group Limited (sebelumnya dikenal sebagai China Sci-Tech Holdings Limited).
Proyek Martabe sendiri ditemukan pertama kali pada 10 tahun lalu. Berdasarkan Kontrak Karya yang ada, G-Resources memiliki akses lengkap ke wilayah tambang tersebut seluas 1.639 kilometer persegi dan berlaku untuk jangka waktu hingga 50 tahun.
Peter menjelaskan proyek Martabe memiliki keunggulan lokasi dengan infrastruktur yang memadai, mulai dari akses jalan raya Trans-Sumatera, kota pelabuhan dekat Sibolga, serta memiliki kelengkapan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 230 megawatt (MW).
Hingga pertengahan tahun ini, pihak G-Resources sudah  menyiapkan total belanja modal untuk proyek tersebut hingga sebesar US$440 juta. Dari angka tersebut sekitar US$150 juta sudah digunakan. Adapun ijin kontruksi pengembangan proyek Martabe diberikan oleh pihak berwenang pada April 2008. (mrp)

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons